Skip to main content
x

Menteri Perindustrian Ajak Mahasiswa Unsyiah Tekuni Dunia Digital

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT, mengundang para mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk menekuni dunia digital dan  memulai  agar mampu bersaing di era industri baru. Ajakan ini sebagai airlangga sampaikan dalam kuliah umum di depan yang dihadiri mahasiswa dan civitas Unsyiah di Gedung AAC Dayan Dawood, Minggu siang (25/2). Dalam kuliah umum ini, menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja mengangkat tema Revolusi Industri 4.0 dan Sumber Daya Manusia Indonesia.

Menurut Airlangga, saat ini industri dunia mengubah besar dan telah memasuki era revolusi industri yang dikenal dengan Industri 4.0. Perubahan ini ditandai dengan berkembangnya dunia teknologi digital yang diintegrasikan ke dalam proses produksi industri. Untuk itu, ia mengundang para siswa untuk mengambil peluang ini dengan meningkatkan kemampuan dan kreativitas di bidang digital.

“Industri Empat bukan hanya dimonopoli oleh anak-anak teknik, tetapi semua orang harus mengaturnya setiap jurusannya,” tegas Airlangga.

Ia juga meminta agar Unsyiah memasukkan tiga mata pelajaran wajib yang harus dikuasai siswa di tahun pertama perkuliahannya. Tiga mata pelajaran itu adalah Bahasa Inggris, Statistik, dan Bahasa Programer (coding). Langkah ini dilakukan agar generasi yang mampu bersaing di dunia industri keempat. Ia pun mengambil contoh di Bandung yang telah membangun Techno Park yang menjadi pusat kreatifitas mahasiswa digital dalam pembuatan produk start up .

“Saya berharap Tecno Park juga dibangun di Unsyiah untuk memberikan kesempatan bagi anak muda dalam berkreasiitas untuk menghasilkan produk.”

Airlangga menang, saat ini pemerintah Indonesia juga mendorong beragam sektor agar dapat menerapkan industri empat, seperti industri makanan minuman, kimia, tekstil, elektronik, dan otomotif. Terlebih lagi di tahun 2030 nanti, Indonesia akan meningkatkan bonus demografi yang memberikan peluang besar dalam menggerakkan anggaran.

Sementara itu, Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., Dalam sambutannya mengatakan persaingan di masa depan semakin besar dengan hadirnya era revolusi industri keempat. Tuntutan kerja di masa depan akan lebih tinggi dan menuntut penguasaaan keilmuan serta keterampilan. Untuk itu, dibutuhkan persiapan sejak dini.

“Jika kita sadar dan tidak siap dengan diri kita sendiri, kita pasti akan tergilas oleh zaman,” uajr Rektor.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian juga meresmikan Alumni Gedung Ikatan Keluarga (IKA) Unsyiah yang berada di Sektor Timur, Unsyiah. Kehadiran Gedung ini diharapkan menjadi pusat bertemunya para alumni untuk membangun Unsyiah dan Aceh. [fer]